qâlat fa dzâlikunnalladzî lumtunnanî fîh, wa laqad râwattuhû ‘an nafsihî fasta‘sham, wa la'il lam yaf‘al mâ âmuruhû layusjananna wa layakûnam minash-shâghirîn
Dia (istri al-Aziz) berkata, “Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya. Sungguh, aku benar-benar telah menggoda untuk menaklukkan dirinya, tetapi dia menolak. Jika tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan benar-benar akan termasuk orang yang hina.” (Yusuf:32)
qâla rabbis-sijnu aḫabbu ilayya mimmâ yad‘ûnanî ilaîh, wa illâ tashrif ‘annî kaidahunna ashbu ilaihinna wa akum minal-jâhilîn
(Yusuf) berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika Engkau tidak menghindarkan tipu daya mereka dariku, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (Yusuf:33)
fastajâba lahû rabbuhû fa sharafa ‘an-hu kaidahunn, innahû huwas-samî‘ul ‘alîm
Maka, Tuhannya memperkenankan (doa)-nya dan menghindarkannya dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Yusuf:34)
Bersama dia (Yusuf) masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satunya berkata, “Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur,” dan yang lainnya berkata, “Aku bermimpi membawa roti di atas kepalaku. Sebagiannya dimakan burung.” (Keduanya berkata,) “Jelaskanlah kepada kami takwilnya! Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang-orang yang berbuat baik.” (Yusuf:36)
(Yusuf) berkata, “Tidak ada makanan apa pun yang akan diberikan kepadamu berdua, kecuali aku telah menjelaskan takwilnya sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama kaum yang tidak beriman kepada Allah, bahkan kepada akhirat pun mereka ingkar. (Yusuf:37)
wattaba‘tu millata âbâ'î ibrâhîma wa is-ḫâqa wa ya‘qûb, mâ kâna lanâ an nusyrika billâhi min syaî', dzâlika min fadllillâhi ‘alainâ wa ‘alan-nâsi wa lâkinna aktsaran-nâsi lâ yasykurûn
Aku mengikuti agama nenek moyangku, (yaitu) Ibrahim, Ishaq, dan Ya‘qub. Tidak pantas bagi kami mempersekutukan suatu apa pun dengan Allah. Itu adalah bagian dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya), tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (Yusuf:38)
mâ ta‘budûna min dûnihî illâ asmâ'an sammaitumûhâ antum wa âbâ'ukum mâ anzalallâhu bihâ min sulthân, inil-ḫukmu illâ lillâh, amara allâ ta‘budû illâ iyyâh, dzâlikad-dînul-qayyimu wa lâkinna aktsaran-nâsi lâ ya‘lamûn
Apa yang kamu sembah selain Dia hanyalah nama-nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu buat sendiri. Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun yang pasti tentang hal (nama-nama) itu. Ketetapan (yang pasti benar) itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Yusuf:40)