Tanyakanlah kepada mereka tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka bermunculan di permukaan air. Padahal, pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka karena mereka selalu berlaku fasik. (Al-A'raf:163)
wa idz qâlat ummatum min-hum lima ta‘idhûna qaumanillâhu muhlikuhum au mu‘adzdzibuhum ‘adzâban syadîdâ, qâlû ma‘dziratan ilâ rabbikum wa la‘allahum yattaqûn
(Ingatlah) ketika salah satu golongan di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu dan agar mereka bertakwa.” (Al-A'raf:164)
fa lammâ nasû mâ dzukkirû bihî anjainalladzîna yan-hauna ‘anis-sû'i wa akhadznalladzîna dhalamû bi‘adzâbim ba'îsim bimâ kânû yafsuqûn
Maka, setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang mencegah (orang berbuat) keburukan dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim azab yang keras karena mereka selalu berbuat fasik. (Al-A'raf:165)
Kemudian, ketika mereka bersikeras (melampaui batas) terhadap segala yang dilarang, Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina!” (Al-A'raf:166)
wa idz ta'adzdzana rabbuka layab‘atsanna ‘alaihim ilâ yaumil-qiyâmati may yasûmuhum sû'al-‘adzâb, inna rabbaka lasarî‘ul-‘iqâbi wa innahû laghafûrur raḫîm
(Ingatlah) ketika Tuhanmu memberitahukan bahwa sungguh Dia akan mengirimkan kepada mereka (Bani Israil) orang-orang yang akan menimpakan seburuk-buruk azab kepada mereka sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-A'raf:167)
wa qaththa‘nâhum fil-ardli umamâ, min-humush-shâliḫûna wa min-hum dûna dzâlika wa balaunâhum bil-ḫasanâti was-sayyi'âti la‘allahum yarji‘ûn
Kami membagi mereka di bumi ini menjadi beberapa golongan. Di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada (pula) yang tidak. Kami menguji mereka dengan berbagai kebaikan dan keburukan agar mereka kembali (pada kebenaran). (Al-A'raf:168)
fa khalafa mim ba‘dihim khalfuw waritsul-kitâba ya'khudzûna ‘aradla hâdzal-adnâ wa yaqûlûna sayughfaru lanâ, wa iy ya'tihim ‘aradlum mitsluhû ya'khudzûh, a lam yu'khadz ‘alaihim mîtsâqul-kitâbi al lâ yaqûlû ‘alallâhi illal-ḫaqqa wa darasû mâ fîh, wad-dârul-âkhiratu khairul lilladzîna yattaqûn, a fa lâ ta‘qilûn
Kemudian, setelah mereka, datanglah generasi (yang lebih buruk) yang mewarisi kitab suci (Taurat). Mereka mengambil harta benda (duniawi) yang rendah ini (sebagai ganti dari kebenaran). Lalu, mereka berkata, “Kami akan diampuni.” Jika nanti harta benda (duniawi) datang kepada mereka sebanyak itu, niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam kitab suci (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan kepada Allah, kecuali yang benar, dan mereka pun telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu mengerti? (Al-A'raf:169)
walladzîna yumassikûna bil-kitâbi wa aqâmush-shalâh, innâ lâ nudlî‘u ajral-mushliḫîn
Orang-orang yang berpegang teguh pada kitab suci (Taurat) dan melaksanakan salat, sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang saleh. (Al-A'raf:170)
wa idz nataqnal-jabala fauqahum ka'annahû dhullatuw wa dhannû annahû wâqi‘um bihim, khudzû mâ âtainâkum biquwwatiw wadzkurû mâ fîhi la‘allakum tattaqûn
(Ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung (dari akarnya) ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Kami berfirman kepada mereka,) “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu bertakwa.” (Al-A'raf:171)
wa idz akhadza rabbuka mim banî âdama min dhuhûrihim dzurriyyatahum wa asy-hadahum ‘alâ anfusihim, a lastu birabbikum, qâlû balâ syahidnâ, an taqûlû yaumal-qiyâmati innâ kunnâ ‘an hâdzâ ghâfilîn
(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,” (Al-A'raf:172)