wa naza‘nâ mâ fî shudûrihim min ghillin tajrî min taḫtihimul-an-hâr, wa qâlul-ḫamdu lillâhilladzî hadânâ lihâdzâ, wa mâ kunnâ linahtadiya lau lâ an hadânallâh, laqad jâ'at rusulu rabbinâ bil-ḫaqq, wa nûdû an tilkumul-jannatu ûritstumûhâ bimâ kuntum ta‘malûn
Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, (di surga) mengalir di bawah mereka sungai-sungai. Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu karena apa yang selalu kamu kerjakan.” (Al-A'raf:43)
wa nâdâ ash-ḫâbul-jannati ash-ḫâban-nâri ang qad wajadnâ mâ wa‘adanâ rabbunâ ḫaqqan fa hal wajattum mâ wa‘ada rabbukum ḫaqqâ, qâlû na‘am, fa adzdzana mu'adzdzinum bainahum al la‘natullâhi ‘aladh-dhâlimîn
Para penghuni surga menyeru para penghuni neraka, “Sungguh, kami telah mendapati sesuatu (surga) yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah mendapati (pula) sesuatu (azab) yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?” Mereka menjawab, “Benar.” Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, “Laknat Allah bagi orang-orang yang zalim.” (Al-A'raf:44)
alladzîna yashuddûna ‘an sabîlillâhi wa yabghûnahâ ‘iwajâ, wa hum bil-âkhirati kâfirûn
(Mereka adalah) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah serta menginginkan jalan itu menjadi bengkok dan mereka itu orang-orang yang mengingkari (kehidupan) akhirat. (Al-A'raf:45)
wa bainahumâ ḫijâb, wa ‘alal-a‘râfi rijâluy ya‘rifûna kullam bisîmâhum, wa nâdau ash-ḫâbal-jannati an salâmun ‘alaikum, lam yadkhulûhâ wa hum yathma‘ûn
Di antara keduanya (para penghuni surga dan neraka) ada batas pemisah dan di atas tempat yang tertinggi (al-a‘rāf) ada orang-orang yang saling mengenal dengan tandanya masing-masing. Mereka menyeru para penghuni surga, “Salāmun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu).” Mereka belum dapat memasukinya, padahal mereka sangat ingin (memasukinya). (Al-A'raf:46)
Apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim itu.” (Al-A'raf:47)
wa nâdâ ash-ḫâbul-a‘râfi rijâlay ya‘rifûnahum bisîmâhum qâlû mâ aghnâ ‘angkum jam‘ukum wa mâ kuntum tastakbirûn
Orang-orang di atas tempat yang tertinggi (al-a‘rāf) menyeru orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tanda (khusus) sambil berkata, “Tidak ada manfaatnya bagimu (harta) yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan. (Al-A'raf:48)