wa nâdâ ash-ḫâbul-a‘râfi rijâlay ya‘rifûnahum bisîmâhum qâlû mâ aghnâ ‘angkum jam‘ukum wa mâ kuntum tastakbirûn
Orang-orang di atas tempat yang tertinggi (al-a‘rāf) menyeru orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tanda (khusus) sambil berkata, “Tidak ada manfaatnya bagimu (harta) yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan. (Al-A'raf:48)
a hâ'ulâ'illadzîna aqsamtum lâ yanaluhumullâhu biraḫmah, udkhulul-jannata lâ khaufun ‘alaikum wa lâ antum taḫzanûn
Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah (ketika kamu hidup di dunia), bahwa mereka tidak akan diberi rahmat oleh Allah?” (Allah berfirman,) “Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada rasa takut padamu dan kamu juga tidak akan bersedih.” (Al-A'raf:49)
wa nâdâ ash-ḫâbun-nâri ash-ḫâbal-jannati an afîdlû ‘alainâ minal-mâ'i au mimmâ razaqakumullâh, qâlû innallâha ḫarramahumâ ‘alal-kâfirîn
Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, “Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya (air dan rezeki) bagi orang-orang kafir.” (Al-A'raf:50)
alladzînattakhadzû dînahum lahwaw wa la‘ibaw wa gharrat-humul-ḫayâtud-dun-yâ, fal-yauma nansâhum kamâ nasû liqâ'a yaumihim hâdzâ wa mâ kânû bi'âyâtinâ yaj-ḫadûn
(Mereka adalah) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai kelengahan dan permainan serta mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka, pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini dan karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (Al-A'raf:51)